Jumat, 19 Oktober 2012

konsep perubahan sosial menurut sosiologi Peter Berger


Berger mengatakan bahwa Sosialisasi Tidak pernah merupakan susuatu yang lengkap. Ini lah yang menyebabkan perubahan dalam masyarakat pasti terjadi. Berger bahkan mengatakan perubahan akan berjalan lambat tetapi pasti. (ibid hal 3120)
Peter berger membuat suatu kerangka pemikiran untuk memperlihatkan hubungan antara individu dan masyarakat. Menurut pendapatnya dalam masyarakat terdapat proses dialektis mendasar yang terdiri atas tiga langkah, yang masing-masing diberi nama externalisasi, Objektivasi, dan internalisasi.
Externalisasi menurut Berger, manusia apabila dibandingkan dengan mahluk biologislainnya, merupakan makhluk yang secara biologis mempunyai kekurangan karena dilahirkan dengan struktur naluri yang tidak lengkap, yaitu tidak terarah dan kurang terspesialis. Dunia manusia merupakan dunia terbuka yang diprogram secara tidak sempurna, sehingga menurut Berger dunia manusia ditandai oleh built – in instability , ketidakstabilan melekat.
Oleh karena ketidak sempurnaan tersebut, maka manusia senantiasa harus menciptakkan suatu dunia manusia, yaitu kebudayaan. Menurut Berger dengan cara world-building ini manusia tidak hanya menciptakan suatu dunia, melainkan juga menciptakan dirinya dalam suatu dunia. Oleh sebabitu berger menekankan bahwa setiap masyarakat adalah produk manusia.
Objektivasi. Inti dari porses obketivasi ialah bahwa kebudayaan yang diciptakan manusia kemudia menghadapi penciptanya sebagai suatu yang berada di luarnya (menjadi suatu realitas Objektif). Sehingga Berger mengemukakan bahwa masyarakat merupakan suatu gejala dialektis.
Internalisasi. Pada langkah internalisasi ini, menurut pandangan Berger, dunia yang telah diobjektivasikan itu diserap kembali kedalam struktur kesadaran subjektif individu sehingga menentukannya. Individu mempelajari makna yang telah diobjektivikasikan sehingga terbentuk olehnya, mengidentifikan dirinya dengannya. Singkatnya, melalui internalisasi fakta objektif dari dunia sosial menjadi fakta subjektif dari individu. Pada tahap ini, Burger beranggapan bahwa manusia adalah produk masyarakat.
Misal dalam masyarakat adat yang desanya sering terjadi perkelahian antara keluarga karena masalah tanah dan tempat tinggal, kemudian kepala adat tersebut beserta petingginya merumuskan secara bersama untuk menangani kasus tersebut dan membuat peraturan untuk tidak terjadi di waktu yang akan datang. Pembuatan peraturan tersebut merupakan contoh Externalisasi. Kemudian orang-orang yang mengikuti peraturan tersebut  dan menjadi suatu fakta di luar dirinya adalah termasuk pembuatnya agar tercadinya perdamaian (objektivasi). Kemudian dengan peraturan tersebut secara tidak sadar masyarakat menganggap itu hal yang benar (Internalisasi).  Namun dalam kenyataannya banyak masyarakat yang tidak menyetujuan kebijakan itu, kemudian akan membentuk kebijakan baru lagi yang disesuaikan dengan masyarakatnya. Menurut Berger, fakta objektif dari dunia sosial telah menjadi fakta subjektif dari Individu.



Referensi :
·         Sunarto, Kamto , 2004. Pengantar Sosiologi (edisi revisi). Jakarta, Lebaga penerbit fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar