Senin, 12 November 2012

Patologi Sosial


Patologi sosial merupakan suatu perspektif yang menganggap masalah sosial sebagai suatu 'penyakit' dari masyarakat yang ideal. Konsep patologi ini diserap dari ilmu biologi yang menganggap bahwa masyarakat itu terbagi-bagi menjadi organ-organ yang saling terkait dan saling mempengaruhi sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing.

Kunci dari perspektif Patologi sosial adalah, suatu kesalahan yang dilakukan seseorang adalah karena Gen dari keturunan itu.  Misal, ada orang yang tertangkap mencuri makanan di pasar. Dalam perspektif Patologi Sosial, dalam kasus ini memandang bahwa pencuri ini emang pada dasarnya adalah jiwa pencuri, pencuri ini memang sangat senang mencuri, dan ini merupakan keturunan gen pencuri, dll. di Zaman dahulu konsep ini sering digunakan, mungkin saja sampai sekarang masih ada yang menggunakan. jika menggunakan perspektif ini, mungkin akan terjadi Genosida (pembunuhan gen, keturunan).

Berkembangnya zaman, kritik tentang patologi sosialpun semakin banyak sehingga ada perubahan makna / konsep antara Patologi Sosial Klasik, dan Patologi Sosial Medern.
v  Perbedaan antara pandangan patologi sosial klasik dan modern
Klasik
Modern
Ø  Orang pada dasarnya cacat. ‘Kekurangan’ (cacat, ketergantungan, dan kenakalan) semacam itu disebut warisan.
Ø  ‘Kekurangan’ secara terus menerus dipertahankan melalui pernikahan yang terjadi di antara mereka yang memiliki bakat itu.
Ø  Untuk penyelesaiannya dengan “memperbaiki keturunan” (eugenetics movement) dan pendidikan moral khususnya pada lapisan menengah.
Ø  Penyembuhan dapat dilakukan secara parsial, berdasarkan diagnosis atas masalah yang dirasakan.
Ø  Mengakui adanya faktor lingkungan yang juga memberikan pengaruh yang tidak sedikit.
Ø  Setidaknya masalah sosial tidak akan ada tanpa pengaruh suatu lingkungan yang buruk.
Ø  Untuk penyelesaian dengan perbaikan pada institusi (kekurangan juga melekat pada masyarakat tertentu, seperti kepadatan penduduk atau perkembangan teknologi yang berpolusi).
Ø  Tidak dapat secara parsial karena masyarakat merupakan satu kesatuan yang berkaitan dan permasalahan yang dialami bersifat menyeluruh.


Dari berbagai macam perbedaan antara patologi sosial klasik dan modern, ada kesamaan antara kedia pandangan ini. yaitu untung menangani masalah sosial ini harus dengan pendidikan moral
Mengapa demikian?
 Perspektif Patologi sosial ini menganggap adanya penyakit (individu, masyarakat, lembaga, keluarga) akibat tidak mampunya individu, masnyarakat, insitusi, keluarga, tersebut untuk menjalankan peran dan tugasnya dalam lingkungannya. sehingga mempengaruhi strukturnya sehingga timbul masalah sosial yang dianggap 'penyakit' tersebut. Karena menggunakan bahasa 'penyakit', maka solusinya adalah 'mengobati' dengan cara rehabilitasi dan resosialisasi. dengan cara apa? yaitu dengan pendidikan moral.

Sebagai contoh:
ada sebuah keluarga sederhana yang sekeluarga bermasalah, bapaknya peselingkuh, istrinya pelacur, dan anak-anaknya pencuri. Perspektif patologi klasik, dari gennya merupakan keturnan yang bermasalah. namun didukung dengan lingkungannya (orangtuanya tidak mengajari anaknya dengan baik dan benar termasuk pendidikan moral). Namun karena yang mengalami masalah seperti ini ada banyak dan mengganggu masyarakat lain, maka disebut masalah sosial. Jika menurut perspektif ini maka solusi satu satunya adalah pendidikan moral. mengajari keluarganya, mensosialisasi keluarganya pendidikan yang baik dan benar yang harus dilaksanakan secara menyeluruh.


Tabel 2.1 Tabel perbedaan paradigma dan perspektif menurut Merton dan Nisbet:
Paragdima
Perspektif
Struktural fungsional dan konsensus
-Patologi sosial
- Disorganisasi sosial
- Perilaku Menyimpang
Konflik dan alienasi
-Konflik Nilai
-Kritik
Interaksionisme simbolik dan etnometodologi
-Labelling
-Kontruktivisme



Perspektif patologi sosial merupakan perspektif tertua dalam analisis permasalahan sosial.
Definisi patologi sosial :

Kondisi sosial yang diinginkan dan yang tertata dilihat sebagai yang sehat, sedangkan orang atau situasi yang menyimpang dari harapan moral dipandang sebagai sakit, atau bahkan buruk. Dari perspektif patologi sosial, sebuah masalah sosial merupakan pelanggaran dari normal yang ada.”
(Rubington, 1995, hal.19)
Secara etimologis, kata patologi berasal bahasa yunani, yakni dari kata Pathos yang berarti disease/penderitaan/penyakit dan Logos yang berarti berbicara tentang/ilmu. Jadi, patologi adalah ilmu yang membicarakan tentang penyakit atau ilmu tentang penyakit

  Patologi sosial menunjuk kepada kondisi sosial yang diakibatkan (1) oleh kegagalan individu menyesuaikan diri terhadap kehidupan sosial di mana fungsi mereka sebagai anggota masyarakat mandiri, memenuhi kebutuhan sendiri, yang dapat menyumbang secara wajar kepada stabilitas dan kemajuan pembangunan, dan (2) oleh ketidakmampuan penyesuaian struktur sosial termasuk mengorganisasikan cara melakukan sesuatu dan mengorganisasikan lembaga-lembaga, bagi perkembangan kepribadianBlackmar, (tulisan Frank W dan J.L Gillin, 1923)


*ini catatan pribadi dan pemikiran sendiri setelah baca n denger dari orang secara otodidak, bisa benar bisa salah. mohon d perbaiki jika salah.


Jumat, 02 November 2012

Soal UTS penelitian Evaluatif Ilmu Kesejahteraan sosial

Teori Program
Perbedaan Penelitian Sumatif dan Formatif
Perbedaan Penelitian evaluatif dan no-evaluatif
Latar belakang mengapa dibutuhkan Penelitian Evaluatif

Selasa, 30 Oktober 2012

Soal UTS Dasar Dasar Pembangunan Sosial Ilmu Kesejahteraan Sosial Fisip UI 2012

Soal A

Apa yang dimaksud Dengan Pembangunan Sosial
Pemberdayaan bisa melalui Individu dan Institusi, Jelaskan dan beri contohnya


Soal B

jelaskan 4 Dimensi manusia dalam pembangunan
Definisi dari Partisipasi dan Faktor-faktornya

Soal UTS Filsafat Etika Ilmu Kesejahteraan Sosial


  1. Hubungan Filsafat dengan Ilmu kesejahteraan Sosial
  2. Etika, jelaskan Definisi Nilai, Moral,  dan Norma, serta keterkaitan ketiganya. beri Contoh.
  3. Apa saja yang anda ketahui mengenai Filsafat Manusia
  4. Apa saja yang Anda ketahui Mengenai etika Pembangunan

Senin, 29 Oktober 2012

Soal UTS Analisis Masalah Sosial Ilmu Kesejahteraan Sosial

Definisi Significant Number of people dalam Masalah sosial.
3 Paradigma Ritzer (fakta sosial, definisi sosial, perilaku sosial)

4 paradigma
bagaimana memandang masalah sosial tiap paradigma
bagaimana hakekat manusia dalam tiap paradigma
solusi dari paradigma
masa depan dari penggunaan paradigma

Semua dikaitkan dengan contoh, Soal analisis

Sabtu, 27 Oktober 2012

soal UTS MSDM Ilmu kesejahteraan sosial FISIP UI

Soalnya essay / isian banyak banget jd g hafal. pointnya aja ya.

Job Analysis . apa komposisinya
 jelaskan definisi dari Job analysis :
Kegiatan  Human Resource yang mendasar, karena fokus pd: pembagian kerja dimana pekerja yang seperti apa yang diharapkan untuk menduduki posisi tertentu

Jelaskan apa aja hasil Job Analusis :

Job description: menyediakan ringkasan singkat dari tugas dan tanggung jawab dari suatu posisi
job specification focus pd karakteristik dan qualifikasi personal/individu unatuk menduduki suatu posisi


latar belakang mengapa kita butuh Human Resource Management (HRD) ?


Kebutuhan untuk memperbaiki tingkat produktivitas dalam menghadapi persaingan ekonomi secara global.
Pekerja= aset, bukan alat/mesin, merupakan individu yang kritis
Kebutuhan akan adanya CBT (competency Based Training) 

Strategi HRD :

1. Training: peningkatan kemampuan pekerja guna memperbaiki performance
2. development : untuk mempersiapkan pekerja untuk pengembangan kemampuan untuk tanggung jawab pekerjaan yang lebih besar di masa yad.


Career dilihat dari 2 aspek :

§pertama: a career is a sequence of positions occupied by a person during the course  of a lifetime.
§Kedua: a career consists of a sense of where a person is going in his or her work life.
§Keduanya focus pada individu.


atau

§Pendekatan yang baru: perkembangan karir seseorang ada pada individu yang bersangkutan.
§Namun Organisasi atau Perusahaan tetap harus bertanggung jawab terhadap perkembangan karir dari individu/pekerja. Organisasi hrs memberitahukan ttg strategy perusahaan, menyediakan informasi yg selengkapnya tentang organisasi.


Faktor pengembang karir ?
(gw jawabnya)

  • kesempatan dan Informasi dari Organisasi 
  • Kemauan, bakat, dan peningkatan kemampuan Individu tsb

Faktor-faktor Rekrutmen :

1.Equal Employment opportunity (EEO) : Memberikan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi pada hal-hal yang tidak berkaitan dengan pekerjaan seperti usia, ras, jenis kelamin dan kebangsaan.
2.Qualitas manusia : dari mana calon diperoleh
3.Sumber calon : dari dalam organisasi atau dari luar atau gabungan
4.Peranan management : siapa yg mengambil keputusan final
5. Tehnik seleksi   Apakah melalui wawancara berjenjang atau apakah test psikologi akan digunakan; bagaimana 
mengukur spesifikasi pekerjaan; apakah diperlukan test kesehatan termasuk HIV/AIDS dan juga narkoba
6. Employment consultant :    Apakah akan menggunakan konsultan tenaga kerja
7. Industrial relations :    Apakah ada persyaratan serikat pekerja atau keanggotaan yang diperlukan
8. Legal issue :  Apakah ada persyaratan legal yang harus dipenuhi (spt hanya dapat menerima calon yang 
mempunyai sertifikat tertentu)
9. Tujuan2 strategis organisasi :  Apakah kebijakan seleksi organisasi sesuai dengan tujuan strategis organisasi
10. Biaya : Berapa biaya nya, dari pos departemen apa dan siapa yang bertanggung jawab.


Definisi Seleksi dalam penerimaan :

Merupakan suatu proses yang sistematis untuk mengumpulkan informasi dari calon pekerja agar dapat dipilih yang paling sesuai dengan lowongan yang disediakan.

Pendekatan dan keputusan :

Ada 2 pendekatan yang dapat digunakan :
1.Compensatory approach
        Disini pimpinan mempertimbangkan seluruh data dari serangkaian test yang dijalani pelamar yang telah lulus test awal
2.     Successive Hurdles Approach
        Disini prediktor seleksi di rangking sesuai dengan efektivitasnya (dari yang paling valid dan reliable sampai dengan yang kurang valid dan kurang reliable).

Performance Appraisal. Kenapa penting? (tujuan)

Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan administrative (imbalan, promosi, pemindahan dan pemberhentian)
Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan pengembangan (pelatihan dan pengembangan,m coaching dan perencanaan karir)
Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan penelitian (validasi prosedur seleksi dan evaluasi efektivitas pelatihan)


Penilaian Kerja statis dan Dinamis :
Untuk penilaian prestasi kerja yang efektif haruslah dinamis karena menekankan pada pertumbuhan dan perkembangan pekerja dan menentukan tujuan baru à bukan hanya keputusan yang menentukan mengenai prestasi.
Karakterisitik dari penialian prestasi kerja yang statis yaitu lebih fokus pada masa lampau.
Karakteristik dari penilaian prestasi kerja dinamis yaitu dapat membantu pekerja kemana mereka berjalan, bagaimana mencapai kesana dan kapan tiba disana.




Semoga membantu deh...


Rabu, 24 Oktober 2012

UTS Management Organisasi Pelayanan Ilmu kesejahteraan sosial

lagi2 soalnya lupa percisnya gimana. jadi paling suruh cari definisi ato apa lah.


  • manager skill
  • IDF grafik n Matrix
  • Latar belakang mengapa dibutuhkanya Rencana Strategis (renstra)
  • Tahap tahap membuat Rencana Strategis (renstra)
  • Rancangan Program



yang mau jawab  di sini silahkaaan.